Pilih Sesuai Kedalaman Sumur yang di Ukur dari Situs Judi

Pilih Sesuai Kedalaman Sumur yang di Ukur dari Situs Judi – Semua orang butuh air. Ini fakta yang tak bisa terbantahkan. Di kehidupan modern saat ini, kebutuhan akan air bersih diperoleh dari 2 sumber, yaitu PDAM dan air sumur. Dari data Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) DKI Jakarta, baru sekitar 35% rumah tangga yang menggunakan air PDAM. Sisanya, kebutuhan air masih mengandalkan sumber air tanah atau air sumur.

Pilih Sesuai Kedalaman Sumur yang di Ukur dari Situs Judi

Tak heran, jika pompa air termasuk barang elektronik yang laku di pasaran. Jumlah produsennya pun kian banyak. Sebut saja nama-nama besar seperti Sanyo, Shimizu, Grundfoss, Panasonic, Hitachi, dan Wasser. Itu belum termasuk pompa merek Cina, Jepang, dan Jerman, yang jumlahnya menjamur di Pasar Kenari dan Pasar Glodok, Jakarta. Hanya saja, menjamurnya merek pompa di pasaran, kadang membuat bingung bagi orang yang ingin membelinya. Pompa jenis apakah yang seharusnya dibeli?

Cek Kedalaman

Rudi, pemilik toko pompa di daerah Glodok, Jakarta Pusat, mengatakan bahwa yang perlu Anda perhatikan saat membeli pompa adalah kedalaman air sumur yang Anda miliki. Kedalaman di sini adalah kedalam air, yang dihitung dari permukaan tanah hingga permukaan air di dalam sumur. Sebaiknya, air sumur diukur di musim kemarau, bukan musim penghujan. Jika ingin mengukur di musim hujan, hasil pengukuran harus ditambah sebesar 3m. Kenapa harus membeli pompa sesuai kedalaman? “Mengetahui kedalaman sumur itu wajib, karena kedalaman air sumur menentukan jenis pompa air yang harus dipakai,” ucap Rudi. Untuk sumur kedalaman di bawah 9m (air dangkal), Anda wajib menggunakan pompa jenis air dangkal atau di pasaran biasa disebut dengan pompa standar. Untuk sumur dengan kedalaman 9—20m (air menengah), sebaiknya menggunakan pompa semi jet pump. Sedangkan untuk kedalaman lebih dari 20m, gunakan pompa jet pump.

Berpengaruh Terhadap Daya

Neny, pemilik toko pompa air Kurnia Jaya di Pasar Kenari, Jakarta Pusat, mengatakan bahwa jika Anda salah memilih pompa, ada 2 risiko yang akan diperoleh. Risiko pertama, jika Anda membeli pompa standar, tetapi kedalaman air sumur lebih dari 9m, maka air yang tersedot pompa tidak akan maksimal. Bahkan, ada kemungkinan air tidak akan sampai permukaan karena daya sedotnya yang tidak kuat. Risiko kedua, jika kedalaman sumur Anda hanya 6m dan Anda membeli pompa pompa semi jet pump, Anda akan sangat boros listrik.

Karena, untuk pompa standar daya yang dibutuhkan sekitar 120watt hingga 150watt, semi jet pump sekitar 150watt hingga 250watt, dan pompa jet pump 350watt hingga 500watt. “Jika kedalaman sumurnya hanya 6m, tetapi Anda menggunakan pompa semi jet pump, enggak efektif. Karena hanya menambah beban biaya listrik tetapi fungsinya tidak ada,” ucap Neny. Selain menghemat listrik, dengan membeli pompa yang tepat, Anda juga menghemat pengeluaran, karena harga pompa standar, semi jet pump, dan jet pump, perbedaannya signifikan. Contohnya untuk pompa merek Shimizu. Harga pompa standar di kisaran Rp1 juta, semi jet pump di kisaran Rp1,7 juta, dan jet pump di kisaran Rp3 jutaRp5 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *