Mempercepat Sertifikasi Berkelanjutan Sawit Rakyat

Mempercepat Sertifikasi Berkelanjutan Sawit Rakyat

“MAMPUKAN PERKEBUNAN BESAR untuk membawa perkebunan sawit rakyat mempraktikkan pembangunan industri sawit berkelanjutan dan menda patkan sertifikasi berkelanjutan seperti ISPO dan RSPO melalui pendekatan inklusif dan kewila yah an,” ungkap Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec., Menteri Pertanian periode 2000 – 2004, saat diwawancara AGRINA.

Mengapa sawit rakyat perlu disertifikasi?

Sawit berkelanjutan tanpa sawit rakyat yang berkelanjutan tidak akan mungkin karena peranan sawit rakyat sangat besar dalam menyumbang produksi sawit Indonesia dan dunia. Bahkan pada masa mendatang industri sawit di Indonesia akan didominasi sawit rakyat. Namun sampai saat ini sebagian besar sawit berkelanjutan diproduksi perkebunan besar kendatipun belum semua perkebunan besar mendapatkan sertifikat berkelanjutan.

Sebenarnya keterkaitan antara perkebunan sawit rakyat dan perkebunan sawit besar sangat erat karena semua produksi tandan buah segar (TBS) sawit rak yat diproses melalui pabrik kelapa sawit (PKS) milik perkebunan besar. Jadi sudah ada hubungan sa ling menguntungkan antara perkebunan besar dengan perkebunan rakyat. Sayangnya dalam pro ses sertifikasi berkelanjutan, baik ISPO maupun RSPO, memisahkan sertifikasi untuk perkebunan besar dan perkebunan rakyat.

Hingga saat ini tidak ada usaha mengintegrasikan standar dan kriteria untuk perkebunan besar dan per- kebunan rakyat. Tampaknya perkebunan besar hanya berusaha mensertifikasi dirinya sendiri secara eksklusif tanpa mengikutsertakan perkebunan rak yat yang se lama ini menyuplai TBS ke PKS-nya secara teratur. Me mang secara alami dan kemampuan terdapat perbedaan mencolok antara perkebunan besar dan perkebunan rakyat. Karena perbedaan itulah barang kali standar dan kriteria berkelanjutan antara perkebunan besar dan perkebunan rakyat terpaksa berbeda.

Bagaimana jalan keluarnya?

Untuk mempercepat sertifikasi perkebunan rakyat, perlu difasilitasi agar perkebunan besar yang sudah dan akan mendapatkan sertifikasi berkelanjutan di haruskan membimbing perkebunan rakyat di sekitar SUARA nya. Apalagi perkebunan rakyat yang TBS-nya diolah di PKS perkebunan besar tersebut. Untuk memudahkannya, standar dan kriteria pembinaan perkebunan rakyat oleh perkebunan besar harus mencantumkan kriteria bimbingan dan fasilitasi bagi perkebunan rakyat bina an nya dalam mendapatkan sertifikasi secara bersa maan.

Perkebunan rakyat sangat kreatif memilih perkebunan besar yang memberikan keuntungan lebih besar dalam pengolahan TBS-nya. Karena itu, sertifikasi ber sama antara perkebunan besar dan perkebunan rakyat hendaknya dilakukan dengan pende katan yuridiksi atau wilayah. Dengan demikian di mungkinkan tanggung jawab bersama antara bebe rapa perkebunan besar di dalam satu wilayah tertentu untuk memperoleh sertifikasi bersama antara perkebunan besar dan perkebunan rakyat.

Apa manfaatnya?

Kerjasama antara perkebunan besar dan perkebun an rakyat dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar terhadap wilayah tersebut dan nasional melalui peningkatan produktivitas perkebunan rak yat. Di samping itu, ada citra yang lebih baik bahwa industri sawit Indonesia berkelanjutan bersifat inklusif dalam pengertian proses sertikasi berkelanjutan sebagai usaha bersama dan tidak meninggalkan perkebunan rak yat yang relatif lemah. Dengan cara ini, diharapkan kritik bahkan konflik bisa semakin berkurang pada masa yang akan datang.

Jadi pendekatannya tidak lagi eksklusif satu perusahaan besar tapi inklusif dengan pendekatan kewila yah- an dan mengikutsertakan perkebunan rakyat di sekitarnya. Di samping itu, sertifikasi tidak hanya eks klusif satu perkebunan besar tapi mencakup beberapa perkebunan besar ditambah keseluruhan perkebunan rakyat dalam satu wilayah. Dan hendaknya supply chain dari sawit berkelanjutan memasukkan kriteria inklusivitas dan pendekatan wilayah ini menjadi salah satu insentif dan persyaratan buat mereka untuk mem beli sawit yang dihasilkan. Sehingga aksi ISPO dan RSPO tidak akan tereduksi menjadi sekadar sertifikasi tapi benarbenar usaha pembangunan sawit berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *